Rabu, 25 Mei 2011

PENGARUH KEPEMIMPINAN YANG DEMOKRATIS TERHADAP KERJA KARYAWAN







APA KEPEMIMPINAN ITU ????

Ralph M. Stogdill  mendefinisikan kepemimpinan sebagai berikut: kepemimpinan manajerial adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi kegiatan yang berhubungan dengan tugas dari anggota kelompok (Stoner, 1986:114). Sementara itu menurut A.M Kadarman, Sj dan Jusuf Udaya kepemimpinan didefinisikan sebagai seni atau proses untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lain agar mereka mau berusaha untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai kelompok (Kadarman et.al, 1992:110). Menurut Kae H. Chung dan Leon C Megginson kepemimpinan didefinisikan sebagai kesanggupan mempengaruhi prilaku orang lain dalam suatu arah tertentu (Kossen, 1986:181). Sedangkan menurut Edwin A. Fleishman kepemimpinan diartikan suatu usaha mempengaruhi orang antar perseorangan (interpersonal) lewat proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan (Gibson, Ivancevich and Donnely, 1987). Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi dan mengarahkan orang lain untuk tercapainya suatu tujuan tertentu.
 


Peran pemimpin dalam suatu organisasi dapat mempengaruhi moral, kepuasan kerja dan kualitas kehidupan kerja karyawan, dimana keberhasilan tersebut akan mempengaruhi tingkat prestasi organisasi. Sebab perilaku organisasi sangat dipengaruhi oleh perilaku setiap individu yang ada dalam organisasi tersebut. Seorang Pemimpin dapat mempengaruhi semangat kerja,rasa aman, kualitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi. Pemimpin juga berperan dalam membantu kelompok, individu untuk mencapai tujuan.
 Ada 2 aspek yang mempengaruhi  kinerja seorang CEO , yaitu Fungsi kepemimpinan dan Gaya Kepemimpinan. Fungsi pertama, fungsi tugas yang meliputi pemberian perintah, pemberian kritik dan saran serta pendapat. Fungsi kedua yaitu fungsi Pemeliharaan yang meliputi hal-hal pembentuk kelompok untuk mencapai tujuan dan sasaran. Untuk Gaya Kepimpinanan, ada 2 yaitu gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan berorientasi pada karyawan.









BAGAIMANA KEPEMIMPINAN YANG DEMOKRATIS ???

Menurut Robbins dan Coulter (2002), gaya kepemimpinan demokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan, mendelegasikan kekuasaan, mendorong partisipasi karyawan dalam menentukan bagaimana metode kerja dan tujuan yang ingin dicapai, dan memandang umpan balik sebagai suatu kesempatan untuk melatih karyawan.

Gaya kepemimpinan yang menghargai kemampuan karyawan untuk mendistribusikan knowledge dan kreativitas untuk meningkatkan servis, mengembangkan usaha, dan menghasilkan banyak keuntungan dapat menjadi motivator bagi karyawan dalam bekerja(Jerris : 1999). 

Kepemimpinan demokratis bisa ditandai dengan adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Dengan dibentuknya kepemimpinan yang demokratis mampu menciptakan karyawan bermoral tinggi, memiliki kualitas teamwork yang baik, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.

Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis : 
1.Lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.

2.Menekankan dua hal yaitu bawahan dan tugas.

3.Pemimpin adalah obyektif atau fact-minded dalam pujian dan kecamannya dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan.
(Handoko & Reksohadiprojo)


MENINGKATKAN SEMANGAT KERJA .....

Tentunya perusahaan apapun selalu berupaya agar karyawannya memiliki semangat kerja yang bagus dalam batasan tertentu. Ada beberapa cara untuk membantu bagaimana meningkatkan semangat dan gairah kerja, yaitu dengan memberikan gaji yang cukup dalam arti sesuai dengan skill yang dimiliki, memperhatiukan kebutuhan rohani, menciptakan suasana yang santai namun pada tempatnya, memberikan perhatian dan pengakuan harga diri, memberikan penempatan posisi kerja yang tepat sesuai bakat dan kemampuan, memberikan kesempatan mereka untuk terus maju dan berkembang, mengupayakan mereka untuk memiliki loyalitas, mengajak mereka untuk berunding, dan memberikan fasilitas sesuai kebutuhan (Alex Nitisemito, 1991).

THANK'S

     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar